TENTANG SHIATSU

Budaya pijat telah dikenal oleh peradaban manusia sebagai sarana untuk mengembalikan kebugaran tubuh dan meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh terhadap serangan penyakit. Sama halnya dengan budaya kita, bangsa Jepangpun mengenal budaya pijat yang disebut dengan “Shiatsu”. Shiatsu berasal dari kata ‘shi’ yang berarti jari, dan ‘atsu’ yang berarti tekanan.

a. Prinsip Dasar Shiatsu

Didalam tubuh manusia terdapat aliran energi tubuh yang disebut ‘ki’ yang mengalir ke seluruh tubuh manusia sebagai penyokong kehidupan. Eneri ini mengalir melalui lintasan-lintasan yang melintang dan membujur meliputi seluruh tubuh manusia. Tubuh manusia sehat jika energi yang mengalir melalui meridian ini mengalir dalam keadaan yang seimbang, jikat tidak maka akan timbul gejala seperti sakit otot, nyeri syaraf, kepala pusing, dll yang menandakan adanya gangguan ketidakseimbangan energi tubuh. Tugas shiatsu adalah mengembalikan keseimbangan energi ini dengan cara memberikan tekanan pada titik-titik yang dilewati meridian sehingga diperoleh kondisi yang seimbang kembali sehingga tubuhnya dapat sehat kembali.

b. Bagaimana Pelaksanaan Praktek Shiatsu

Shiatsu pada dasarnya bertujuan sama dengan pijat lainnya seperti pijat massage ataupun tradisional. Yang membedakan dengan pijat lainnya adalah tidak digunakannya minyak untuk melumasi tubuh karena teknik yang dilakukan bukan pengurutan akan tetapi menggunakan teknik tekanan (totok) pada titik tubuh tertentu. Pada praktek shiatsu, pasien tidak perlu membuka bajunya bahkan pasien seluruh tubuhnya akan ditutupi dengan handuk penutup yang berfungsi untuk menghangatkan tubuh pasien dan agar tekanan yang diberikan oleh terapis tidak meleset.

Yang membedakan shiatsu dengan pijat refleksi atau akupressure adalah bagian tubuh yang diterapi. Pada refleksi ataupun akupressure kebanyakan yang diterapi adalah bagian telapak kaki, punggung kaki dan tangan. Sementara praktek shiatsu menerapi dari mulai kepala, punggungkaki dan tangan, karena shiatsu menganggap bahwa hampir semua tubuh manusia dilewati oleh jalur meridian tubuh dengan demikian dapat diketahui bagian tubuh ataupun jalur meridian mana yang terganggu dan harus mendapatkan perhatian khusus.

Dalam filosofi shiatsu, penyakit yang menimpa seseorang adalah unik, yang berarti bahwa penanganan pasien yang satu dengan pasien yang lainnya berbeda. Sebagai contoh, Ahmad dan Andi adalah penderitan penyakit maah, namun dalam shiatsu, penanganan terhadap Ahmad dan Andi tidak sama tergantung di titik tubuh mana yang terganggu karena jalur meridian lambung melintang dari kepala sampai kaki, sehingga mungkin saja Ahmad terganggu di bagian betis luar dan Andi terganggu di bagian punda, tergantung dari pemeriksaan oleh terapis.

c. Penyakit Yang Cocok Dengan Shiatsu

Pada dasarnya semua hampir penyakit dapat diterapi dengan shiatsu, beberapa penyakit saja yang kurang cocok dengan shiatsu seperti penyakit infeksi, luka bakar, penyakit karena penuaan, dll. Sementara itu beberapa penyakit yang cocok untuk terapi shiatsu adalah migrain, vertigo, pusing, masuk angin, otot kaku, tangan susah diangkat, maag, lemah jantung, gangguan pencernaan, diare, sembelit, tekanan darah rendah, tekanan darah tinggi, kurang darah, lemah syaraf, kelebihan kolesterol, asam urat, dll.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s